Pesawaran, Lampung — Selasa, 16 Juni 2026 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum bersejarah bagi Sekolah Qur’an dan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Lampung. Setelah empat tahun berdiri dan resmi mengantongi izin operasional, lembaga pendidikan Islam tersebut untuk pertama kalinya menyelenggarakan Wisuda Akbar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan program pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an.
Sebanyak 72 peserta mengikuti prosesi wisuda yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga jenjang SMA Program Akademi Tahsin & Tajwid Bersanad. Para wisudawan dan wisudawati tampil penuh semangat dan kebanggaan dalam momen yang menjadi tonggak sejarah bagi lembaga tersebut.
Acara Wisuda Akbar dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Husnul Khotimah Lampung, yang berlokasi di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pondok, dewan guru, ustadz dan ustadzah, para wali santri, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintah setempat.
Menambah kekhidmatan acara, hadir secara langsung Founder Akademi Tahsin & Tajwid Bersanad, Ustadz Ahmad Jazi, yang memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tausiyah kepada para wisudawan, wali santri, dan seluruh tamu undangan. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an serta terus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.
Suasana Wisuda Akbar berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus meriah. Aula pondok dipadati oleh keluarga wisudawan dan wisudawati yang datang untuk menyaksikan momen istimewa tersebut. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya para pedagang yang memadati area sekitar lokasi acara, sehingga menambah semarak penyelenggaraan wisuda perdana ini.
Wisuda Akbar Perdana ini menjadi bukti nyata perkembangan Sekolah Qur’an dan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Lampung dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi awal dari tradisi wisuda yang akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen lembaga dalam melahirkan generasi penerus yang mencintai dan menjaga Al-Qur’an. (Media Pesantren)
