Februari 2019
Sejarah Husnul Hotimah
Homeschooling-Sekolah Qur’an -Pondok Pesantren
Husnul Khotimah
Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya
Pondok Pesantren Husnul Khotimah adalah lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Husnul Khotimah Lampung, yang berlokasi di Desa Negeri Sakti, kecamatan Gedong Tataan, kebupaten Pesawaran, provinsi Lampung. Lembaga Pendidikan ini lebih memfokuskan pada pendidikan Al-Quran dan nilai-nilai Islami tanpa mengesampingkan pendidikan kurikulum nasional.
Membantu program pemerintah
Dengan semangat ikut membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa membangun manusia seutuhnya, Pondok Pesantren Husnul Khotimah terus melakukan terobosan-terobosan dan pengembangan.
Berawal pada bulan Februari 2019, melalui kegiatan Homeschooling dengan jumlah siswa 5 orang untuk jenjang TK-SD dan terus bertambah pada setiap tahunnya. Pada pertengahan bulan Oktober 2021 mendapatkan tawaran untuk mengelola tanah wakaf desa seluas 300 M2.
Sampai pada akhir tahun 2021 tepatnya di bulan Desember, nama kegiatan berubah menjadi Sekolah Qur’an dengan jumlah siswa 70 orang.
Awal tahun 2022 merupakan tahun bersejarah, setelah terbentuk kepengurusan lembaga, selanjutnya terbit Akte Yayasan di bulan Januari 2022. Pembebasan lahan seluas 400 M2 dan peletakan batu pertama pembangunan sampai terbit Ijin Operasional Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di bulan Maret 2022.
Bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan asrama santri, mulai bulan Juli 2022 dibuka program Pondok Pesantren dengan jumlah santri mukim 20 orang dengan menyewa rumah warga, kemudian bertambah 36 santri pada angkatan kedua, sehingga total jumlah santri mukim sampai saat ini (September 2023) adalah 56 santri dengan menempati gedung asrama yang baru. Belum termasuk 130 siswa tingkat TK-SD dari warga sekitar yang pulang pergi.
Kemudian pada tahun ke tiga, bersamaan dengan penerbitan Ijin Operasional (IJOB) Pondok Pesantren Husnul Khotimah, ada tambahan santri sekitar 50 orang pada penerimaan santriwati baru pada Juli 2024. Sehingga total santri sampai angkatan ke tiga adalah sekitar 100 santriwati mukim.
